Lintas Fokus – Roblox mulai “mengunci” salah satu fitur paling ramai dipakai di platformnya: chat. Mulai 7 Januari 2026, pengguna di Amerika Serikat dan sejumlah wilayah lain mulai menerima prompt di aplikasi untuk menyelesaikan pemeriksaan usia agar bisa kembali mengirim pesan. Dalam sepekan, kebijakan itu digulirkan ke seluruh wilayah yang menyediakan chat.
Ini bukan sekadar pop-up yang bisa di-skip. Tanpa verifikasi usia, chat tidak dapat diaktifkan. Roblox menempatkan kebijakan ini sebagai standar baru keselamatan komunikasi, dengan membatasi interaksi lintas kelompok umur dan menutup celah komunikasi orang dewasa dengan anak yang lebih kecil.
Dampaknya terasa dekat untuk pengguna Indonesia karena Roblox termasuk platform gim yang besar di Tanah Air, sekaligus ruang sosial tempat anak dan remaja ngobrol sambil bermain. Sejumlah media Indonesia melaporkan penerapannya mulai terasa di Indonesia pada 14 Januari 2026 malam, sejalan dengan timeline Roblox yang menyebut rollout berlangsung bertahap dalam rentang sekitar satu minggu sejak 7 Januari 2026.
Di bagian tengah artikel ini, ada satu detail yang sering terlewat: apa yang sebenarnya “dicek” Roblox, apa yang disimpan, dan apa yang langsung dihapus.
Roblox mewajibkan verifikasi usia untuk chat: apa yang terjadi
Kronologinya jelas. Pada 18 November 2025, Roblox mengumumkan akan mewajibkan pemeriksaan usia untuk membuka akses chat dan pengalaman yang sesuai umur. Uji coba penegakan dimulai awal Desember 2025 di beberapa negara seperti Australia, Selandia Baru, dan Belanda, lalu diperluas secara global pada Januari 2026 di wilayah yang menyediakan chat.
Pada 7 Januari 2026, Roblox kembali menegaskan kebijakan itu “rolling out globally wherever chat is available”. Roblox juga menyebut puluhan juta pengguna aktif harian sudah menyelesaikan age check, dan di tiga negara pilot, lebih dari 50 persen pengguna aktif harian telah menyelesaikan prosesnya.
Di atas kertas, targetnya sederhana: membuat komunikasi lebih “sebaya” dan mengurangi risiko anak berinteraksi dengan orang asing yang jauh lebih tua. Roblox mengelompokkan pengguna ke enam kelompok umur (di bawah 9 tahun, 9-12, 13-15, 16-17, 18-20, 21+) dan menerapkan batasan default agar pengguna hanya bisa chat dengan kelompok di atas atau di bawahnya.
Ini yang berubah di fitur chat dan cara kerja pemeriksaan usia
Ini yang berubah sekarang: chat bukan lagi fitur yang bisa diaktifkan semudah menyalakan tombol di pengaturan. Roblox menyatakan pengguna tidak akan bisa mengaktifkan chat sampai menyelesaikan pemeriksaan usia. Untuk anak 5-9 tahun, mengaktifkan experience chat memerlukan persetujuan orang tua. Untuk direct chat pada pengguna di bawah 13 tahun, persetujuan orang tua juga diperlukan.
Pemeriksaan usia di Roblox dapat dilakukan lewat dua jalur: estimasi usia wajah (facial age estimation) atau verifikasi identitas (ID verification). Verifikasi identitas hanya tersedia untuk pengguna berusia minimal 13 tahun dengan dokumen resmi berfoto (misalnya paspor atau identitas lain yang diterbitkan pemerintah).
Roblox menjelaskan, estimasi usia dilakukan dengan menganalisis gambar dan video wajah untuk menempatkan pengguna ke kelompok umur. Roblox menyatakan gambar dan video dihapus segera setelah pemrosesan.
Vendor yang memproses estimasi usia ini adalah Persona. Roblox menekankan metode ini “privacy protective”, serta menyebut materi visual diproses oleh vendor lalu dihapus segera.
Di sisi lain, Roblox juga menambahkan mekanisme koreksi. Jika pengguna merasa hasil estimasi keliru, mereka dapat banding melalui opsi lain seperti ID verification atau kontrol orang tua. Roblox juga menyebut akan mengevaluasi sinyal lain dari perilaku akun, dan dapat meminta pengguna mengulang age check bila ada indikasi usia “jauh lebih tua atau lebih muda” dari yang terdeteksi sebelumnya.
Wajib Tahu:
Pertama, age check itu “opsional” secara teknis, tapi chat jadi “terkunci” tanpa itu (artinya, yang menolak tetap bisa bermain, namun fitur komunikasi dibatasi).
Kedua, anak di bawah 9 tahun diperlakukan paling ketat, chat default off dan perlu persetujuan orang tua setelah age check.
Ketiga, ID verification hanya untuk 13 tahun ke atas, sehingga pengguna yang lebih muda pada praktiknya akan lebih banyak diarahkan ke estimasi usia wajah dan kontrol orang tua.
Keempat, batas chat berbasis kelompok umur bersifat default, bukan bebas, kecuali untuk skenario “Trusted Connections” (orang yang benar-benar dikenal) yang disediakan Roblox sebagai pengecualian.
Kelima, Roblox menyebut kemungkinan re-check di masa depan bila ada sinyal yang menunjukkan usia akun tidak sesuai, jadi verifikasi usia bisa menjadi proses berulang, bukan sekali selesai.
Respons dan kritik: keamanan anak bertemu isu privasi
Roblox menjual narasi besar: ini langkah menuju “gold standard” keselamatan komunikasi. Platform itu menekankan momentum adopsi dan klaim bahwa lebih dari 50 persen pengguna aktif harian di negara pilot sudah menjalani prosesnya.
Namun kritik juga datang cepat, terutama soal akurasi dan potensi “false grouping”. Laporan Wired menyebut sistem verifikasi berbasis AI memicu protes pengguna karena dinilai berantakan, salah mengelompokkan umur, dan mudah “diakali” oleh sebagian orang. Wired juga menyorot kekhawatiran privasi pengguna terkait proses verifikasi wajah, meskipun Roblox menyatakan materi visual dihapus segera setelah diproses.
Sejumlah media teknologi arus utama menuliskan versi yang lebih dingin: Roblox mewajibkan age check untuk chat, memakai estimasi wajah dan opsi verifikasi ID sebagai jalur koreksi, serta memperketat komunikasi lintas usia untuk mengurangi risiko kontak orang dewasa dengan anak.
Di titik inilah isu verifikasi usia berubah dari “fitur keamanan” menjadi “perdebatan data”. Karena untuk menjalankan pembatasan umur, platform harus yakin dulu siapa yang anak dan siapa yang bukan. Roblox memilih pendekatan estimasi, bukan sekadar mengetik tanggal lahir. Untuk sebagian orang tua, itu meyakinkan. Untuk sebagian pengguna, itu terasa seperti harga yang terlalu mahal untuk sekadar chat.
Apa artinya untuk Indonesia, dan langkah berikutnya
Untuk pengguna Indonesia, dampak paling langsung sederhana: jika prompt verifikasi usia muncul, chat akan terkunci sampai proses selesai. Sejumlah pemberitaan lokal menyebut penerapannya mulai terasa di Indonesia pada 14 Januari 2026 malam. Roblox sendiri menyatakan rollout global berlangsung bertahap sejak 7 Januari 2026 dan meluas dalam satu minggu ke semua wilayah tempat chat tersedia. Dua informasi ini saling menguatkan pada pola waktu, namun jam persis aktivasi per negara bisa berbeda mengikuti gelombang rollout.
Dampak kedua, ini menyentuh isu yang sedang naik di dalam negeri: perlindungan anak di ruang digital dan tata kelola platform. Pemerintah Indonesia melalui Komdigi pernah menyebut rancangan regulasi perlindungan anak di ruang digital mencakup verifikasi usia dan kepemilikan akun digital sebagai salah satu aspek yang diatur.
Belakangan, Komdigi juga menegaskan kewajiban platform gim daring mematuhi aturan perlindungan anak di ruang digital, merujuk pada PP Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas) dalam pemberitaan Antara.
Dampak ketiga yang perlu dicermati adalah soal data pribadi. Verifikasi usia berbasis wajah beririsan dengan data biometrik, kategori yang dalam konteks Indonesia dipahami sebagai data pribadi yang bersifat spesifik dan butuh perlindungan ekstra. Hukumonline menjelaskan pembagian data pribadi (umum dan spesifik) dalam UU Perlindungan Data Pribadi. Ini penting sebagai kacamata publik: ketika platform meminta wajah atau identitas, pengguna wajar menuntut transparansi yang ketat, termasuk soal tujuan, retensi, dan penghapusan.
Lalu, apa berikutnya? Ada tiga kemungkinan yang layak dipantau.
Pertama, Roblox tampaknya akan menyempurnakan akurasi dan mekanisme banding karena mereka sendiri menyebut akan mengevaluasi sinyal perilaku dan meminta re-check pada kondisi tertentu.
Kedua, tekanan global soal age assurance di platform digital akan terus menguat, dan kebijakan seperti ini bisa menjadi rujukan bagi platform lain yang punya basis pengguna anak besar.
Ketiga, di Indonesia, pembahasan perlindungan anak di ruang digital dan standar verifikasi usia berpotensi makin konkret, sehingga diskusi publik akan bergeser dari “setuju atau tidak” menjadi “bagaimana memastikan verifikasi usia tidak mengorbankan privasi dan akses yang adil”.
Pada akhirnya, verifikasi usia di Roblox mengubah chat dari ruang bebas menjadi ruang yang dibatasi umur. Bagi banyak orang tua, itu kabar baik. Bagi banyak pemain, itu pengetatan yang mengganggu ritme bermain. Yang menentukan penerimaan publik bukan hanya niatnya, tetapi detail eksekusinya: seberapa akurat, seberapa transparan, dan seberapa kuat perlindungan datanya ketika kamera sudah diminta menyala.
Sumber: Roblox Newsroom
