24.4 C
Jakarta
Friday, February 20, 2026
HomeNasionalIstana Bantah Paspampres Memukul Mahasiswa di Samarinda

Istana Bantah Paspampres Memukul Mahasiswa di Samarinda

Date:

Related stories

TPPO Kamboja: Ribuan WNI di KBRI Phnom Penh, Korban atau Pelaku?

Lintas Fokus - Dari luar, gambarnya tampak sederhana. Bus-bus...

Gerakan Rakyat Berubah Arah. Nama Anies Muncul Lagi, Peta 2029 Mulai Bergerak

Lintas Fokus - Ada momen yang biasanya jadi “alarm”...

Resmi Era Baru Timnas: John Herdman Datang, Ekspektasi Melonjak, Tekanan Ikut Naik

Lintas Fokus - PSSI akhirnya menutup teka-teki kursi pelatih...

Prediksi Panas Persib Bandung vs Persik: Ujian Puncak Klasemen, Kediri Bisa Jadi Jebakan!

Lintas Fokus - Pertandingan tandang awal tahun sering terdengar...
spot_imgspot_img

Kemajuanrakyat.co.id – Pihak Istana menanggapi soal video yang viral dimana pasukan pengaman presiden atau Paspampres memukul mahasiswa karena menerobos penjagaan demi berfoto bersama Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Istana Bantah Paspampres Memukul Mahasiswa di Samarinda
Istana Bantah Terjadi Pemukulan kepada Mahasiswa

Istana Negara membantah anggota Paspampres melakukan pemukulan terhadap mahasiswa yang diketahui bernama Yulianus Agung usai foto bareng dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Pihak Istana menegaskan Paspampres dalam melaksanakan tugas selalu mengedepankan humanis.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permanan, Selasa 10 September 2024.

Disamping itu, Yusuf juga menjelaskan bahwa pengamanan Presiden Jokowi terdiri dari berbagai unsur. Paspampres mengamankan di posisi Ring 1, sedangkan untuk posisi Ring 2 dan Ring 3 dijaga oleh aparat TNI-Polri dari wilayah setempat.

- Lintas Fokus
Mahasiswa Yulianus sedang berfoto bersama Presiden Jokowi

Baca juga; Rayakan HUT ke-23 Partai Demokrat, SBY Pesankan Etika dan Solidaritas Kader

Yusuf juga memberikan keterangan bahwa telah melakukan koordinasi dengan teman-teman Paspampres bahwa tidak ada pemukulan oleh Paspampres, kami cek Tim Pengamanan Wilayah, ungkapnya, selasa (10/9/2024).

“Kami mohon maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut, dan mengucapkan terima kasih dan sangat menghargai antusias masyarakat yang ingin menyambut Bapak Presiden. Hal ini juga akan menjadi pembelajaran dan juga evaluasi kami,” ucapnya.

Disisi lain, Komandan paspampres Mayjen Achiruddin juga membantah anggotanya memukul warga. Dia pun berharap agar masyarakat memahami SOP Paspampres.

“Yang pasti, tidak ada tindakan pemukulan yang dilakukan oleh Paspampres. Banyak pers, pengamanan dari pihak wilayah saat itu,” kata Achiruddin kepada wartawan, Selasa (10/9).

Achiruddin pun meminta masyarakat tak ngotot jika ingin berfoto dengan Jokowi. Menurutnya, Jokowi selalu berkenan untuk berfoto dengan masyarakat, tapi harus tertib antrean.

“Apabila ingin foto, tidak perlu ngotot atau agresif. Bapak Presiden sangat berkenan untuk berfoto-foto dengan masyarakat. Namun harus antre, karena banyak peminatnya,” ujarnya.

Peristiwa itu terjadi saat Jokowi menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional di Samarinda, Minggu (8/9) malam. Yulianus menerobos pengawalan Paspampres untuk bisa berfoto dengan Presiden.

Kristiyanto mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Yulianus terkait hal tersebut. Dia menyebutkanYulianus mengakui kesalahannya menerobos barisan pengamanan.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img