Lintas Fokus – Ritme kota-kota besar hari ini mengikuti suara peluit, pengeras suara, dan sirene. Situasi Demo bergerak seperti arus: dari Jakarta, merembet ke Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Yogyakarta, hingga Makassar. Pemantik utamanya jelas, dan terasa personal: duka atas Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang tewas setelah tertabrak kendaraan taktis di sekitar Senayan. Presiden menyampaikan belasungkawa dan meminta investigasi transparan; Kapolda dan pimpinan Polri menyatakan maaf, menahan kru rantis, dan menarik proses ke Propam. Di sisi lain, aliansi mahasiswa berikrar melanjutkan aksi, memusatkan sasaran pada akuntabilitas aparat serta kanal dengar-pendapat yang nyata. Di pasar keuangan, rupiah dan IHSG sempat tersentak oleh ketidakpastian. Semua itu membingkai Situasi Demo per detik ini—riil, terukur, dan berdampak langsung ke mobilitas juga psikologi publik.
Peta Situasi Demo Nasional (Live Update)
Jakarta. Sejak pagi, fokus massa bergerak antara Mako Brimob Kwitang dan Polda Metro Jaya. Media memetakan skenario siang–sore: aliansi mahasiswa, termasuk BEM UI dan jejaring kampus, menjadikan Polda Metro sebagai titik kumpul; siang hari situasi di Kwitang berangsur kondusif setelah dialog singkat, namun pergerakan tetap dinamis. Koridor Semanggi–Gatot Subroto–Sudirman berpotensi bottleneck; sejumlah layanan darurat (ambulans) ditempatkan di titik-titik strategis. Situasi Demo Jakarta masih berubah cepat, dengan long march mahasiswa mengarah ke Polda pada pertengahan sore.
Bandung. Titik utama berpusat di DPRD Jawa Barat. Seruan menempatkan akuntabilitas aparat dan agenda ekonomi–buruh sebagai inti tuntutan. Arus massa di sekitar Gedung Sate–Dago kerap padat, namun kanal resmi menyarankan fokus ke DPRD Jabar untuk menghindari kepadatan di jalur wisata kota.
Surabaya. Konsentrasi aksi di Gedung Negara Grahadi, dengan seruan “Aksi Solidaritas” yang dijadwalkan sejak siang. Menjelang sore, beberapa laporan menyebut eskalasi di pagar depan hingga penembakan gas air mata oleh aparat untuk membubarkan massa; dampaknya merambat ke ruas protokol pusat kota. Pengendara disarankan memilih jalur alternatif bila melintasi pusat kota.
Semarang. Aksi di depan Polda Jawa Tengah memanas pada sore hari; live report daerah menggambarkan pelemparan benda dan balasan gas air mata, mengganggu arus di sekitar Simpang Lima serta akses ke perkampungan sekitar Mapolda. Situasi Demo di simpul ini memerlukan kewaspadaan tinggi bagi warga yang melintas.
Medan. Ribuan massa dari elemen mahasiswa, buruh, dan pengemudi ojol memadati DPRD Sumut (Jl. Imam Bonjol). Polda Sumut menyiagakan sekitar 1.100 personel untuk pengamanan siang–sore—indikasi bahwa Medan menjadi salah satu episentrum di luar Jawa.
Yogyakarta. Aksi solidaritas ojol berlangsung dari pagi di simpang Condongcatur menuju Polda DIY; siang hari dilakukan tabur bunga untuk Affan—sebuah simbol tuntutan agar warga non-peserta juga dilindungi saat eskalasi terjadi. Situasi Demo di DIY relatif tertib, namun tetap memengaruhi koridor Gejayan dan akses menuju ring road utara.
Makassar. Buruh dan mahasiswa melanjutkan aksi di koridor AP Pettarani–Urip Sumoharjo; isu upah, jaminan sosial, dan reformasi kebijakan mengemuka. Kepadatan lalu lintas biasanya memuncak di jam jelang sore.
Wajib Tahu:
Jakarta berpusat di Polda Metro Jaya dan Kwitang; Surabaya fokus Grahadi (potensi eskalasi); Medan di DPRD Sumut (1.100 personel siaga). Pantau pengalihan arus sebelum berangkat.
Tuntutan Utama & Nada Aksi di Daerah
Benang merahnya konsisten di banyak kota. Pertama, akuntabilitas aparat: investigasi transparan atas kematian Affan Kurniawan, pemetaan rantai komando, dan publikasi status hukum kru rantis yang sudah diamankan. Kedua, perlindungan warga non-peserta: jalur aman untuk pekerja jalanan (ojol/kurir) dan SOP “stop-immediate” kendaraan taktis di ruang padat warga. Ketiga, agenda ekonomi–buruh: pembatasan outsourcing, penguatan perlindungan kerja, kenaikan upah, hingga dorongan RUU Perampasan Aset. Di Jakarta, pernyataan aliansi mahasiswa mempertegas bahwa Situasi Demo hari ini bukan sekadar reaktif, melainkan menuntut kanal kebijakan yang bisa diaudit publik.
Nada aksi di Yogyakarta dan sejumlah kota lain menunjukkan wajah solidaritas yang tertib: konvoi teratur, aksi tabur bunga, dan poster-poster menolak kekerasan. Di Surabaya dan Semarang, nada tinggi muncul saat barikade bertemu frustrasi; di sinilah komunikasi lapangan dan desain perimeter aman diuji. Semakin presisi informasi resmi, semakin kecil ruang hoaks mengambil alih narasi Situasi Demo.
Dampak: Lalu Lintas, Proses Hukum, dan Pasar
Secara mobilitas, rekayasa lalu lintas bersifat situasional—tergantung pergeseran massa. Rute TransJakarta dan akses jalan arteri ke Sudirman–Semanggi berpotensi terdampak; di daerah, jalur protokol sekitar DPRD/Polda menjadi hot zone. Layanan ambulans siaga di beberapa titik Jakarta; warga diminta memantau kanal resmi sebelum melintas. Situasi Demo juga mendorong sebagian kantor menerapkan kerja jarak jauh demi keamanan operasional.
Pada sisi penegakan, Reuters melaporkan perintah investigasi dan penahanan kru rantis yang terlibat insiden di Jakarta. Proses didorong ke jalur etik dan pidana; publik menunggu rekonstruksi terbuka dan kejelasan pasal. Transparansi menjadi kunci meredakan emosi di jalanan.
Di pasar, efeknya langsung terasa. IHSG sempat turun lebih dari 2% dan rupiah melemah mendekati 16.475 per dolar sebelum Bank Indonesia menegaskan siap aktif di pasar valas dan obligasi untuk meredam gejolak. Ini menegaskan bahwa Situasi Demo bukan hanya urusan pagar Senayan; ia menembus layar ponsel para investor dan dompet masyarakat.
Langkah Aman untuk Warga—Dan Pekerjaan Rumah bagi Negara
Untuk warga & pelaku usaha: rencanakan rute alternatif, khususnya jika aktivitas melewati koridor aksi; siapkan air bersih/kacamata pelindung sederhana bila harus melintas dekat barikade; bangun jalur komunikasi darurat antarrekan—terutama bagi pekerja logistik/ojol. Dokumentasikan kejadian secara bertanggung jawab dari jarak aman; keselamatan selalu nomor satu.
Untuk pemerintah, kepolisian, dan parlemen:
-
Dashboard krisis real-time lintas kanal (DPR/Polri/Kemenkopolhukam): data penangkapan, korban, rekayasa lalin, dan status perkara diperbarui periodik agar narasi Situasi Demo berbasis data, bukan rumor.
-
Timeline investigasi terbuka atas insiden Affan, termasuk pemaparan rantai komando, pasal yang disangkakan, dan jadwal rekonstruksi.
-
RDPU on-site/hybrid dalam 7 hari di DPR/daerah, menghadirkan serikat buruh, BEM, komunitas ojol, dan lembaga HAM—dengan matriks tindak lanjut serta tenggat yang jelas. Langkah-langkah ini mengubah jalanan yang bising menjadi perubahan yang bisa diaudit publik.
Sumber: Tirto